Proud Of You

we proudly present integrated sharia marketing communication

Testimoni

Djito Kasilo Djito Kasilo

Pengalaman itu bisa didapat tanpa kita harus mengalaminya. melalui buku ini kita pun bisa mendapatkan pengalaman menggarap bisnis dan marketing communication secara syari’ah, karena ditulis berdasarkan pengalaman. Bukan sekedar wacana!

Djito Kasilo , Strategic Planning Consultant | Penulis buku "Komunikasi Cinta" @DjitokasiLOVE

<< back

Handoko Hendroyono Handoko Hendroyono

Melihat tren yang ada di depan mata Do Good, tak bisa dipungkiri bahwa perilaku konsumen dunia saat ini mengarah pada hal-hal yang sifatnya spiritual. Brand berbuat baik adalah tuntutan yang harus dipenuhi terutama kekuatan konsumen yang horisontal tak bisa diabaikan.

Bagi saya “Brand Berbuat Baik” harus mampu menjadi attitude, sistem atau platform.

Bagi saya pendekatan “Syariah” yang dilakukan oleh SYAFA’AT harus diapresiasi. Sebuah terobosan yang menjawab tuntutan jaman dan membangun peluang yang tak terpikirkan sebelumnya.
Sebagai praktisi kita mengenal beberapa skema hubungan antara klien dan agency; dari yang sifatnya Agency Fee, Retainer Fee sampai Result Fee. Skema syariah tak termasuk dalam ketiga skema yang saya sudah kenal. Bagi saya kreativitas memang tak perlu terkotak-kotak oleh skema yang sudah ada. Skema yang berangkat dari niat tulus dan universal tentu menjadi jawaban yang pas di jaman berkembang dinamismenya dunia iklan.

Spirit partnership dan berkembang bersama-sama antara klien dan agency saat ini sangat penting sehingga hasil yang maksimal bisa terjadi. Spirit ini saya tangkap dari teman-teman SYAFAAT. Akhirnya saya melihat buku ini adalah sebuah pembuka wacana yang berani dan saya yakin akan bergulir positif sesuai tujuan baik yang universal. Selamat.

Handoko Hendroyono , CEO Onecomm - Praktisi marketing/periklanan (Penulis buku "Brand Gardener") @handoko_h

<< back

Jamil Azzaini Jamil Azzaini

Buku yang ditulis oleh akademisi, praktisi dan pejuang syariah ini benar-benar bernas, tegas dan memberi gambaran yang jelas tentang bisnis. Baca buku ini bila Anda ingin selamat di dua dunia. Dunia fana saat ini dan dunia yang abadi di kehidupan nanti. Merinding, menginspirasi itulah kata yang terucap saat saya selesai membacanya.

Jamil Azzaini , Inspirator SuksesMulia (Penulis buku Best Seller KUBIK Leadership, Menyemai Impian Meraih SuksesMulia, Tuhan Inilah Proposal Hidupku, DNA Sukses Mulia, Makelar Rezeki @JamilAzzaini

<< back

Danton Sihombing Danton Sihombing

Empat pokok bahasan dalam buku ini, yaitu Bisnis, Marketing, Strategic Planning Marcomm dan Desain Komunikasi Visual yang dijabarkan dalam perspektif Syariah. Bahasan ini akan menjadi begitu indah dan mulia ketika dicerna dan diselami secara humanistis terhadap kandungan sifat Syariah yang universal. Buku ini adalah salah satu contoh praktis terhadap keindahan dan kemuliaan dalam menjawab alasan untuk apa kita semua bertebaran di muka bumi ini.

Danton Sihombing , Managing Director INKARA Brand Design Consultants (Penulis buku “Typography dalam Desain Grafis”, www.inkaradesign.com) @dantonsihombing

<< back

Mughira A. Nurhani Mughira A. Nurhani

Buku ini sangat menarik dengan memberikan kita pemahaman tentang bisnis syariah yang menjadi dasar utama. Pokok pokok pemikiran mengenai konsep marketing, strategik planning dan desain yg islami tentu akan memberikan kita sebuah gambaran yang jelas bagaimana sebuah konsep usaha marketing komunikasi ini dijalankan secara islami di tengah tengah teori barat yang beredar pada saat ini. Benturan benturan pastinya akan terjadi, tetapi saya melihat usaha para pemuda di syafaat markom ini semakin hari semakin kokoh dalam menjalankan bisnis secara syariah islam. Inilah yang boleh disebut sebagai salah satu Jihad dalam masyarakat modern dunia.

Semoga dengan terbitnya buku ini akan membuka wawasan para pemuda islam pada khususnya dan masyarakat umum lainnya dalam membangun usaha yang berdasarkan nilai nilai yang diajarkan oleh AlQuran dan Nabi Muhammad SAW.

Mughira A. Nurhani , Direktur Utama PT. Intermasa

<< back

Saptuari Sugiharto Saptuari Sugiharto

Kalo cuma asal kreatif anak TK pun bisa kreatif! Kalo cuma pengen di cap kreatif, berandal pinggir jalan pun bisa kreatif dalam aksi berandalannya! tapi kreatif yg sesuai dg nurani, islami, membumi dan gak asal bunyi… Kamu harus baca buku ini..! Guwa mau bilang WOOW gituh!

Saptuari Sugiharto , CEO Kedai Digital Corp/Social Entrepreneur (Penulis Buku "Tweet Sadiz Bikin Mringis"/ Penggerak #SedekahRombongan) @Saptuari

<< back

Sumbo Tinarbuko Sumbo Tinarbuko

Pertama, salut dan bangga karena samakin banyak teman-teman saya seperti: mas Andika DJ dkk yang mau menulis untuk mendokumentasikan ide serta pemikirannya dalam sebuah buku. Sebab sejatinya, buku adalah artefak jejak sejarah pemikiran seseorang atau sekelompok orang yang menjadi penanda zaman di zamannya masing-masing.

Kedua, salut dan bangga pada mas Andika DJ dkk sang penulis buku ini yang senantiasa konsisten dalam mencatatkan ide-idenya dan mengawalnya menjadi sebuah konsep yang mendasari lahirnya sebuah karya nyata dalam balutan marketing communication syariah: Syafa’at Marcomm.

Ketiga, sebagai orang yang masih belajar dan senang menjadi seorang pembelajar, buku ini layak menjadi referensi bagi siapa pun yang membutuhkan.

Sumbo Tinarbuko , Dosen (Penulis Buku Semiotika Komunikasi Visual. www.sumbotinarbuko.com) @sumbotinarbuko

<< back

M. Ismail Yusanto M. Ismail Yusanto

Sangat menarik. Tidak hanya bicara teori, buku ini menunjukkan secara kongkrit bagaimana sebuah bisnis dilakukan secara benar-benar sesuai syariah Islam. Meski contoh yang diangkat adalah bisnis marketing komunikasi – yang menjadi bidang garap para Penulisnya – tapi buku ini kiranya bisa menjadi inspirasi untuk bisnis di bidang lain. Di tengah iklim bisnis kapitalistik yang cenderung menghalalkan segala cara, bisnis syariah – istilah yang sering digunakan untuk bisnis yang dijalankan dengan sesuai aturan Islam – ternyata tetap bisa dilakukan dengan baik. Bisnis syariah memang pasti membawa berkah dan perlu.

M. Ismail Yusanto , Direktur SEM Institute (Penulis buku “Pengantar Ekonomi Islam”, “Membangun Kepribadian Islam”, “Manajemen Strategis Perspektif Syariah”, “Pengantar Manajemen Syariah”) @ismailyusanto

<< back

M. Arief Budiman M. Arief Budiman

Syariah adalah konsepsi Islam yang Rahmatan lil ‘Alamiin. Artinya bisa diimplementasikan di setiap bidang kehidupan, termasuk bisnis dan industri. Syafaat dengan keyakinannya, meng-install konsepsi Syariah ke industri Marketing Communication dan terbukti menjadi sebuah langkah yang sukses. Saya salut atas komitmen dan konsistensinya dalam memperjuangkan keyakinannya dan melalui tantangan-tantangannya. Semoga jadi cermin yang mencerdaskan bagi para pebisnis dan para penggiat industri kreatif. If there is a will, there will be a wall. But you will find the way. As long as you believe. Sukses untuk Syafa’at Marcomm :)

M. Arief Budiman , CEO PT. Petakumpet Creative Network (Penulis buku Best Seller Jualan Ide Segar, Tuhan Sang Penggoda dan Spiritual Craetivepreneur) @mybothsides

<< back

Felix Siauw Felix Siauw

10 tahun saya menanti literatur advertising yang tidak hanya mampu menjembatani nilai luhur yang diusung, namun juga mampu menyajikannya sesuai koridor syariat. Penantian itu berakhir sejak hadirnya buku ini. SYAFA’AT tidak hanya menghasilkan seni, mereka justru bagian dari seni!

Felix Siauw , Islamic Inspirator (Penulis “Beyond Inspiration”, Muhammad Al Fatih 1453”, dan “How to be Mastering your HABIT”) @felixsiauw

<< back

A. Noor Arief A. Noor Arief

Dalam kerja kreatif kadang tanpa sadar kita sudah melakukan hal yang ‘syar’i’. Namun begitu memahami tulisan di buku ini kita harus selalu dengan sadar untuk melakukannya, sembari terus mengingat pada sumber inspirasi yakni Alloh Yang Maha Kreatif

A. Noor Arief , Direktur PT Aslie Dagadu Djokdja @anoorarief

<< back

Ahmad Juwaini Ahmad Juwaini

Kalau Nyar’i Gak Kreatif, Kalau Kreatif Gak Nyar’i, Tapi kalau mau Nyar’i dan Kreatif komunikasinya, baca buku ini. Syafa’at sudah teruji memang kreatif, unik dan mudah diingat karya-karyanya.

Ahmad Juwaini , Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa (Penulis buku “Social Enterprise”) @ahmadjuwaini

<< back

Nukman Luthfie Nukman Luthfie

Bisnis Syariah? Mahluk apa pula itu? Yang selama ini teranam di benak publik mungkin hanya bank syariah. Buku ini menyodorkan realitas, dalam hal syariah, ada pula bisnis syariah, yang cakupannya lebih luas dari sekadar bank syariah. Saya tak sabar untuk melahap buku ini, karena ditulis tidak hanya berdasarkan teori dan definisi, tetapi utamanya oleh pengalaman bisnis penulisnya yang setia menekuni bisnis syariah via industri marketing communication. Cita-citanya menjadikan Syafaat Marcomm menjadi Marketing Komunikasi Syariah disegani di kawasan Asia pada tahun 2020 ini juga menunjukkan keteguhan sang penulis untuk khusuk pada jalur bisnis syariah. Buku yang ditulis berdasarkan pengalaman itu lebih gurih dan memberikan pembelajaran bagi siapapun yang ingin terjun ke bisnis syariah ini

Nukman Luthfie , Pengusaha Digital @nukman

<< back

Arief ‘Ayip’ Budiman Arief ‘Ayip’ Budiman

Semua istilah hanya koleksi terminasi kecuali mengeksplorasi pemaknaannya.
Di era tuntutan pemaknaan menjadi esensi, buku ini adalah sebuah chapter
penting sebagai ensiklopedi “Business not as usual’. Gabungan antara
kaidah atau etika, kompetensi dan gestur komunikasi dengan kekinian.
Kelenturannya tidak mengurangi esensinya. Ya, judul baru yang tepat bagi
buku ini adalah “Business not as usual”

Arief ‘Ayip’ Budiman , (Chairman ADGI-Asosiasi Desainer Grafis Indonesia, CEO Matamera Communication) @ayipbali

<< back

Ippho Santosa Ippho Santosa

Ternyata promosi pun bisa dilakukan secara syariah. Buku ini menunjukkan caranya. Pelaku bisnis mesti baca buku ini.

Ippho Santosa , Pakar Otak Kanan (Penulis Mega-Bestseller 7 Keajaiban Rezeki) @ipphoright

<< back

Agung Notowiguno Agung Notowiguno

Sangat menarik dan smart, kesan saya membaca buku ini, sebuah penyampaian yang simpel dalam ”misi besar”, dimana sebuah dunia ”kreativitas” marcomm yang terkesan selama ini bebas nilai, ternyata sangat bisa dikelola dengan pandangan Syariat Islam, melalui cerita pengalaman perusahaan Syafa’at yang dikemas apik, dan kelihatannya menjadi buku yang pertama dalam dunia marcomm syariah dan saya yakin buku ini menjadi pemantik inspirasi buat kita semua… dan saya sudah membuktikan dan merasakan cita rasa nikmat khas yang berbeda dari Syafa’at.

Agung Notowiguno , Direktur Utama PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat)

<< back

Iwan Esjepe Iwan Esjepe

Sebuah “saritilawah” dalam menuntun manusia untuk berbisnis di dunia. Bacalah.

Iwan Esjepe , Founder / C.E.O / Creative Advisor Ideasphere Transformation Bureau @Iwanesjepe

<< back

Heppy Trenggono Heppy Trenggono

Lebih dari sekedar Brand Building, Syafa’at Marcomm mengajak kita untuk melakukan Character Building. Sesuatu yang dibutuhkan oleh bangsa ini dalam meraih kejayaannya.

Heppy Trenggono , Pengusaha perkebunan kelapa sawit & consumer goods, Founder & CEO United Balimuda Group, President IIBF, Pemimpin gerakan Beli Indonesia (Penulis buku “9 Pertanyaan Fundamental-Strategi Membangun Kekayaan Tanpa Riba”) @HeppyTrenggono

<< back

Adiwarman Karim Adiwarman Karim

Two thumbs up. It’s an eye opener book, inspiring and practical at the same time.

Adiwarman Karim , Founding Partner of KARIM Business Consulting / Pakar Ekonomi Syariah @karimbusiness

<< back

Dr. Hifni Alifahmi Dr. Hifni Alifahmi

Keunikan buku ini menuangkan gagasan empat penulis selaku konseptor dan sekaligus praktisi bisnis, pemasaran, strategic planner komunikasi pemasaran, dan desain komunikasi visual berbasis syariah. Kepeloporan dan keberanian mereka menjalani bisnis syariah, memberi kontribusi berarti bagi dunia keilmuan dan praktis.

Dalam buku ini, kita bisa menemukan pemikiran kritis yang mengevaluasi empat dimensi praktik bisnis dewasa ini agar syariah bukan sekadar menjadi label, tapi benar-benar menjadi jiwa atau spirit bagi bisnis yang dijalankan.

Dr. Hifni Alifahmi , senior consultant Spirit PR/Marketing Communications, pengajar MM Komunikasi Universitas Indonesia, serta penulis dua buku Spiritual Marketing Communications, dan Marketing Communications Orchestra

<< back

Budiman Hakim Budiman Hakim

Banyak orang mengeluh, “Kenapa setiap kali membangun bisnis sendiri selalu gagal?” Pertanyaan yang sering mengganggu dan membuat orang takut untuk memulai bisnis. Mereka sering merasa lebih aman untuk menjadi profesional di perusahaan yang dikelola orang lain.

Untuk memulai bisnis, barangkali kita perlu memperbaiki nawaitu-nya. Jikalau niat berbisnis semata-mata untuk mengeruk kantong konsumen dan memperkaya diri sendiri, rasanya kurang elok. Kenapa? Karena hakikat berbisnis adalah untuk memperbaiki kualitas hidup seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.

Hal ini perlu dipahami, karena seandainya pun kita sukses mengeruk uang dengan cara yang tidak halal, pertanggungjawabannya tetap ada. Mungkin bukan di dunia ini tetapi di kehidupan berikutnya di akhirat. Itu sebabnya berbisnis secara syariah merupakan solusi yang perlu dipraktekkan. Dengan mengedepankan kepentingan bersama, insya allah setiap sen dari profit bisnis yang kita terima akan diridhoi oleh Allah SWT. Persoalannya sekarang adalah: Bagaimana cara kita melakukannya?”

Alhamdulillah, jawaban itu hadir melalui buku ini. Semua pertanyaan dibahas dalam buku ini secara jelas dan lugas. Dari masalah pola kepemilikan, produksi, pola penjualan sampai sampai ke pola kepemilikan. Dan bukan cuma dikupas dari segi bisnisnya saja tapi juga dari sudut fiqh-nya. Sampai akhirnya ke solusi yang yang ditunggu-tunggu yaitu model perusahaan dalam ekonomi islam dan cara mengaplikasinya.

Dalam berbisnis, tentu dalam perjalanannya akan banyak masalah besar yang kita hadapi, tapi jangan pernah mengeluh ke Tuhan “Tuhan, tolonglah, aku mempunyai masalah yang besar.” Tapi datanglah ke masalah dan katakan, “Hai masalah, aku tidak takut karena aku mempunyai Tuhan yang besar.”

Tidak perlu takut untuk berbisnis secara syariah. Bukan kesulitan yang membuat takut, tapi ketakutanlah yang membuat sulit.

Akhirul kata, selamat membaca! Selamat berbisnis syariah.

Budiman Hakim , Direktur Macs909 - Penulis buku “Lanturan tapi Relevan”, “Ngobrolin Iklan, Yuk!”, “SAD-Catatan Seorang Copywriter”, "Si Muka jelek" dan "Go west And Gowes" @budiman_hakim

<< back

Janoe Arijanto Janoe Arijanto

Moralitas Komunikasi dan Sebuah Awal Dialog

Iklan memang tidak pernah berdiri sendiri, kehadirannya di tengah masyarakat selalu dipengaruhi dan mempengaruhi eksistensi publik. Iklan adalah produk sosial, yang memiliki konsekuensi sosial, tanggung jawab sosial dan resiko sosial. Dari sisi inilah, fungsi iklan yang didesain dan dibiayai secara besar memiliki arti yang strategis.

Posisi sosial iklan ini menjadi tidak sederhana ketika kita tempatkan ditengah tengah penafsiran etika dan moral yang spesifik, seperti pembahasan tentang iklan Syariah. Seperti mencoba mempertemukan prinsip keimanan dengan pekerjaan sehari hari yang rasional di dunia periklanan.

Mendesain, merancang atau mengeksekusi Iklan Syariah, memang tak semudah sekedar memindahkan logika penafsiran kitab suci ke dalam proses komunikasi dalam bentuk iklan. Karena logika Iklan, seringkali memiliki jalannya sendiri jika dibandingkan dengan penafsiran moral. Irisan-irisannya yang sama masih harus didiskusikan terus menerus.

Iklan misalnya, dituntut untuk menyampaikan pesan secara efektif, menarik dan langsung. Kadang iklan dengan sengaja dibuat untuk memancing dialog, bahkan memancing kontroversi. Jelas, beberapa prinsip iklan seperti itu, akan sering bertubrukan dengan penafsiran-penafsiran kitab suci yang dilakukan secara kaku.

Sebagai Ilustrasi, jika ada sebuah ayat melarang menampilkan gambar hidup dan utuh dari manusia, maka penerapan ayat-ayat tersebut pada praktek komunikasi akan berbenturan keras dengan banyak kepentingan. Bahkan akan menemui banyak tantangan untuk diterapkan. Di kasus seperti itulah, dialog yang cerdas, saling pengertian dan komitmen untuk membangun komunikasi yang lebih baik sangat diperlukan. Terutama ketika kita memperkenalkan praktek iklan syariah.

Meski kita sadari, bahwa dunia iklan seringkali tidak selalu berjalan seiring dengan penafsiran kitab suci, namun toh persoalan mencari titik temu dan terus menerus mencari benang merah harus terus digulirkan. Lebih karena kenyataan sosial, menuntut diadakannya proses tersebut.

Pemberian makna pada proses komunikasi Syariah, adalah transaksi sosial. Sebuah penawaran kepada publik, bahwa label syariah, yang berisi muatan ajaran Islam, sejarah Islam, kultur Islam ataupun Filsafat Islam kini bisa diterapkan dalam komunikasi pemasaran.

Sebenarnya, jauh sebelum ke persoalan transaksi sosial, jika dirasakan lebih detil dan mendalam, traksaksi nilai dan dialog internal yang kreatif itu telah terjadi di masing-masing penulis dalam buku ini. Karena memang, disiplin barat dalam periklanan dan management, menuntut adaptasi yang kreatif ketika diterapkan dalam penafsiran Syariah (Saya pribadi sering menikmati saling silang, transaksi nilai dan dialog internal itu dalam kacamata analisis isi).

Sebagaimana sebuah penawaran konsep sosial kepada publik. Diperlukan kearifan untuk menampung segala ide dan pendapat yang pastinya beragam dan kaya. Dan buku ini adalah usaha untuk membuka dialog itu, sebuah rangkaian pemikiran yang mengembangkan eksistensi komunikasi syariah dalam masyarakat Indonesia.

Sebagaimana sebuah hipotesa, tentu saja buku ini akan menjadi bahan diskusi yang memancing dialog-dialog dan tafsir cerdas yang akan membangun kultur dan moral komunikasi yang lebih baik untuk umat manusia.

Janoe Arijanto , CEO Dentsu Strat @janoearijanto

<< back