Proud Of You

we proudly present integrated sharia marketing communication

Profil Penulis

Andika Dwijatmiko Andika Dwijatmiko

Andika Dwijatmiko

Pria sederhana dan humoris ini lahir pada tanggal 2 Agustus 1974 dari sepasang orang tua yang sangat penyayang dan sabar dari kalangan keluarga biasa saja. Menghabiskan masa-masa kecil hingga sekolah menengah di Magelang, tumbuh sebagai sosok yang selalu ingin mencari kebenaran. Andika yang hobi bermain badminton, jalan-jalan & kuliner ini sejak TK hingga SMA selalu ditunjuk menjadi ketua kelas dan ketua OSIS & Pramuka (Bukan karena saking hebatnya, tetapi karena yang lain pada enggak mau, Hehehe….). Ketika menjadi mahasiswa, pernah menjadi pemenang Program Mahasiswa Berprestasi di lingkungan ISI Yogyakarta pada tahun 1997. Selama masa itu pula 3 kali mendapatkan penghargaan Karya Deskomvis Terbaik tahun 1994, 1996 dan 1998, serta memenangkan beberapa kompetisi mahasiswa. Tahun 1998 berhasil menamatkan kuliah S-1 di Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Pada tahun yang sama pula ia menikah dengan Hesti Rahayu yang berprofesi sebagai dosen DKV di almamaternya dengan dikaruniai satu putri, Mislanada Fidaraini (Nada) yang lahir di tahun 2000.

Kerja kerasnya semasa kuliah sambil bekerja, menghantarkannya mendirikan Syafa’at pada tahun 1997 bersama dua rekannya yaitu Bey Laspriana dan Dwi Condro Triono, dengan cita-cita ingin tumbuh menjadi perusahaan Marketing Komunikasi Syariah yang disegani di Asia Pasific pada tahun 2020. Bersama tim Syafaat Marcomm, Andika telah memenangkan berbagai penghargaan nasional, pitching beberapa proyek nasional, dan hingga saat ini pernah menangani lebih dari 50 brand.

Dengan pekerjaan utama sebagai CEO & Creative Director sekarang ini, serta aktif di beberapa organisasi profesi & organisasi masyarakat, Andika pernah menjadi pengajar tetap di STSRD “Visi” Yogyakarta tahun 1997 – 2012. Di sela kesibukannya, dia tetap meluangkan waktu untuk mengisi beberapa forum Creativepreneur & Lecturepreneur di berbagai kampus, workshop, seminar, dan menjadi juri lomba kreatif periklanan, desain grafis, dan lain-lain.

Salah satu dedikasi terbesar dalam hidupnya adalah komitmen untuk terus menjadi Sharia Creativepreneur, yaitu seseorang yang mampu memberi kontribusi bagi siapapun yang ingin menjadi enterpreneur bidang creative (graphic design, periklanan, animasi, multimedia, dan lain-lain) berbasis syariah, serta membantu marketing communication bagi brand-brand yang ingin berkembang dengan prinsip-prinsip marcomm syariah.

Kegiatannya berorganisasi masih berlanjut hingga saat ini dengan aktif menjadi Sekjen ADGI Jogja Chapter (2008-2010), pengurus ADGI Pusat sebagai Education Director (2010-2012), dan sebagai Compartment Creative Agency PPPI DIY (2008-2012), Kabid Pendidikan dan Litbang dalam kepengurusan PPPI DIY (2012-2016). Kiprah yang lain adalah aktif sebagai koordinator dalam komunitas Pengusaha Rindu Syariah (PRS) Jogja Chapter (2009-sekarang).

Tulisan-tulisan dan pemikiran lebih lanjut tentang dirinya dapat dinikmati di :
andika.syafaat.com
fervorspirit.blogspot.com
follow @andikakerenlah

<< back

Bey Laspriana Bey Laspriana

Bey Laspriana

Terlahir dengan nama lengkap Bey Laspriana Husein, di Purwakarta, Jawa Barat pada tanggal 22 Desember 1969. Putra sunda asli ini besar sebagai sosok hangat yang bisa dekat dengan siapa saja meski aslinya ia agak pendiam. Sering melanglang ke berbagai kota dan pulau karena kebetulan ayahnya adalah jebolan AAU (Akademi Angkatan Udara) yang harus siap ditugaskan di manapun. Meski sudah berkaca mata minus sejak kelas 1 SMP, Bey (panggilan kecilnya) menggilai olah raga terutama basket dan voli. Sejak SMP hingga perguruan tinggi selalu menjadi tim almamater, di samping menyukai bermain musik dan organisasi juga. Tercatat saat di SMAN 54 Jakarta Timur pernah menjabat Ketua Bidang dan Wakil Ketua KIR (Kelompok Ilmiah Remaja). Saat di perguruan tinggi, Bey adalah anggota MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) Teknik Geologi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta. Selain itu, ia juga sempat menjadi Sekretaris Umum dan Wakil Ketua Umum UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Islam di kampus.

Pria yang dikarunai tiga putra dan dua putri dari pernikahannya dengan Septa Anitawati (yang lulusan komunikasi UGM, orang komunikasi asli hehehe.…) ini banyak mengisi masa mudanya dengan kegiatan-kegiatan dunia ke-Islaman. Petualangan dan kecintaannya pada dunia kajian ke-Islaman sudah dimulai sejak SMA saat menjadi pengurus Remais salah satu Masjid di Halim P., Jakarta, dan semakin bersemangat saat bertemu dengan rekan-rekan pergerakan ke-Islaman mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jogja. Pergaulan inilah yang makin mendorongnya untuk mengkaji tentang konsep-konsep Islam baik masalah aqidah, fiqih, ibadah hingga masalah politik, sosial, problem kontemporer dan ekonomi. Nah bagian terakhir inilah (ekonomi Islam) yang mendorong Bey untuk mencoba mewujudkan seperti apa sih kalau konsep “syirkah” dalam Islam itu dijalankan ke dalam bisnis riil. Maka pada tahun 1997 lahirlah Syafa’at Marcomm yang awal kelahirannya bernama ‘Syafa’at Rancang Grafis’ setelah selama setahun sebelumnya (1996) melakukan pembelajaran dan studi kelayakan bagaimana membangun usaha dengan konsep syirkah, hingga akhirnya tersusunlah proposal kerjasama bisnis dengan sistem syirkah yang kemudian didirikannya bersama Andika Dwijatmiko dan Dwi Condro Triono.

Lima belas tahun adalah masa-masa perjuangan untuk mempelajari, menghasilkan dan mengaplikasikan konsep Marcomm Syariah. Maklumlah… di samping memang background pendidikan yang ngga nyambung, juga karena kenyataannya belum ada Marcomm Syariah di jagad komunikasi pemasaran maupun advertising. Tujuh tahun sebagai Account Director membuatnya cukup matang untuk memahami seluk beluk dunia marketing, mulai dari melakukan prospek; presentasi; pitching; konsultan; merancang strategi marcomm; relationship; hingga services. Tahun 2006-2008 sempat juga menjadi CEO dan kini (sejak 2010) menempati posisi sebagai Strategic Planner.

Dalam rentang waktu itu banyak pengalaman yang diperoleh baik sebagai dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Jogja, technical assistance komunikasi sebuah perguruan tinggi, mengisi berbagai workshop dan seminar di berbagai daerah dan yang terpenting adalah dipercaya menangani komunikasi beberapa perusahaan dan lembaga nasional hingga bertahun-tahun. Sesuatu yang menantang dan jarang terjadi. Semoga ini bisa menjadi bahan pendewasaan sekaligus peningkatan kualitas diri hingga Syafa’at Marcomm bisa menjadi perusahaan marcomm syariah yang memberikan—bukan saja kontribusi penting pada pengembangan bisnis dan marcomm syariah di dunia, tetapi juga memberi kontribusi pada dakwah dan pencitraan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin ke seluruh dunia.

Kunjungi blognya di:
bey.syafaat.com
Follow twitternya di
@beylaspriana

<< back

Muh. Civic Jati Prastowo Muh. Civic Jati Prastowo

Muh. Civic Jati Prastowo

Pria rupawan bersuara menggelegar ini pada awalnya tidak berminat di dunia Marketing, karena pertama kali kerja dalam hidup ditempatkan di bagian Operasional, dan tugasnya memasang spanduk atau bagi-bagi brosur, dan kalau lagi gak mujur dimaki-maki orang, dikejar Satpol atau bahkan dikejar anjing.

Namun setelah sekian lama berkecimpung dari staf Marketing, Manager hingga Direktur Marketing, pria kelahiran Yogyakarta 14 September yang diamanahi empat jagoan cilik (Yusuf Islam Salim, Muhammad Al Fatih Fillah, Shalahudin Al Ayubi Fillah, serta si bungsu Abdurahman Al Hadiz Fillah) bersama sang istri, Eny Dwi Andayani, akhirnya menemukan jati dirinya di dunia marketing. Bergabung di Syafa’at Marcomm pada tahun 2008 sebagai Branch Director, sampai akhirnya diangkat menjadi Account Director pada tahun 2009 sampai sekarang.

Ia melihat bahwa dunia marketing yang indah ini tak cukup hanya dikelola dan dikembangkan oleh perusahaan sendirian atau departemen Marketingnya saja sendiri. Baginya, sekarang saatnya melibatkan banyak pihak untuk mengelola dan mengembangkan sebuah brand di dunia marketing. Dan strategi dengan Komunitas Marketing yang berlandaskan hukum Islam/Syariah adalah jalan yang hebat untuk mengembangkan brand. Dengan sistem syariah, dunia marketing akan seimbang, tidak hanya terjebak “menjajah” konsumen untuk membeli produknya. Akan tetapi menjadi titik temu kebahagiaan pelanggan dan produsen beserta semua mitra perusahaan.
Beberapa pengalamannya sebelum bergabung bersama Syafa’at antara lain pernah menjabat sebagai Direktur Operasional PM Link (Training Provider), Marketing Manager Tabloid Suara Islam, Director Marketing Inti Sumber Daya Manusia (HR & Training Provider), Senior Marketing Exexcutive Hardisc Consultant (Consultant HR), Marketing Manager Customer & Perfomance (Training Provider), Client Relation dan Project Manager Kubik Training & Consultancy.

Follow twitternya di @emcivic

<< back

Dwi Condro Triono Dwi Condro Triono

Dwi Condro Triono

Orang mungkin bertanya, sebenarnya Dwi Condro Triono ini anak keberapa dari seluruh saudaranya. Dwi berarti dua, sedangkan Triono biasa dipakai bagi anak ketiga. Tapi lupakan saja itu, yang jelas pria kelahiran Rembang pada tanggal 8 Februari 1967 ini sekarang sudah dikarunai tiga orang anak; Muh. Harisuddin Al Amin, Faza Fauziah Adhima, serta Muh. Wafiyuddin Attaqy, hasil buah cintanya dengan Alyna Tsalisa.

Menamatkan SD, SMP, dan SMA di Rembang, Dwi Condro melanjutkan studinya dengan mengambil Program Studi Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada pada tahun 1986. Selanjutnya pada tahun 1999 berhasil menyelesaikan Program Studi Ekonomi Islam di Magister Studi Islam Universitas Islam Indonesia dengan predikat Cum Laude. Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2010 Dwi Condro juga berhasil menyelesaikan Program Doktor Falsafah (Ph.D) bidang ekonomi di Fakulti Ekonomi dan Perniagaan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Rasa keingintahuannya yang besar membuat ia juga pernah menjadi santri kalong di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Rembang, santri di Pondok Pesantren Aji Mahasiswa Al Muhsin Yogyakarta. Aktivitas yang pernah digeluti semasa SMP dan SMA adalah di OSIS dan dipercaya memegang bidang kepramukaan, selama kuliah aktif di HMI dan sempat menjabat Ketua Umum Senat Mahasiswa di Fakultas Pertanian UGM.
Kesibukannya saat ini selain menjadi Direktur Keuangan dan Administrasi Syafa’at Marcomm, Dwi Condro juga menjadi staf edukatif di IAIN Surakarta di Progam Studi Ekonomika dan Bisnis Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dan juga di Program Pasca Sarjana. Aktif mengajar di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamfara Yogyakarta, menjadi anggota Asosiasi Peneliti pada Shariah Economic and Management (SEM) Institute Jakarta, serta menjadi anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yogyakarta untuk Bidang Ekonomi Islam.

Untuk mengikuti pemikiran-pemikirannya tentang bisnis syariah, Kunjungi ww.condro.syafaat.com, dan silakan follow @dwi_condro

<< back